Jakarta, CNN Indonesia — Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, bertekad untuk ‘mengubah’ warna medali yang diraihnya di Kejuaraan Dunia 2026. Setelah berhasil meraih medali perunggu pada edisi sebelumnya, atlet berusia 24 tahun ini ingin mencapai prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang.
Putri, yang akrab disapa Putri KW, menyatakan, “Targetnya ingin memperbaiki warna medali. Syukur-syukur bisa juara atau minimal menjadi runner-up,” saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, pada Selasa (4/8).
Kepercayaan diri Putri semakin meningkat setelah ia berhasil mengalahkan unggulan asal China, Wang Zhi Yi, di perempat final Japan Open 2026. Kemenangan tersebut menjadi motivasi tambahan baginya untuk menaklukkan rival-rival elit di arena internasional.
“Pastinya lebih percaya diri. Setelah itu saya juga menghadapi Akane Yamaguchi, dan sebenarnya saya merasa punya peluang untuk menang juga. Jadi kemenangan atas Wang Zhi Yi benar-benar menambah kepercayaan diri saya,” jelasnya.
Putri menambahkan, bekal kepercayaan diri ini sangat penting untuk membangun mentalnya di lapangan. Ia mengakui bahwa terkadang merasa lelah secara mental ketika motivasinya menurun.
“Dari segi latihan juga saya merasa harus benar-benar fokus. Yang saya rasakan di Japan Open kemarin, di setiap pertandingan mental dan pikiran saya benar-benar bekerja sangat keras. Setelah pertandingan selesai, yang terasa capek bukan badannya, tapi justru pikirannya,” ungkapnya.
Di Kejuaraan Dunia 2026 mendatang, Putri Kusuma Wardani akan menjadi andalan di sektor tunggal putri bersama rekannya, Thalita Ramadhani Wiryawan. Sejak tahun 1993, nama Susi Susanti merupakan satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali emas di sektor ini.